BBM Alternatif Bobibos dari Bahan Jerami

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menggaungkan gerakan nasional untuk mendorong desa-desa memproduksi energi secara mandiri melalui pengolahan jerami dan biomassa menjadi bahan bakar nabati Bobibos.

Upaya ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mengakhiri ketergantungan desa terhadap pasokan energi dari luar serta meningkatkan nilai ekonomi limbah pertanian.

Desa Selama Ini Hanya Menjadi Konsumen Energi

Selama bertahun-tahun, desa—yang menjadi pusat produksi pangan—masih berada di posisi lemah dalam ekosistem ekonomi nasional.

Petani menghasilkan panen, nelayan menyuplai ikan, namun nilai tambahnya kerap terserap oleh kota dan korporasi. Limbah pertanian seperti jerami justru dibakar, dijual murah, atau dibiarkan terbuang tanpa nilai manfaat.

KDMP menilai bahwa pola ini harus berubah. Desa memiliki bahan baku energi, kebutuhan energi, sekaligus tenaga kerja. Karena itu, desa dinilai layak menjadi produsen energi, bukan sekadar penonton.

Bobibos, Teknologi Energi Lokal Berbasis Jerami

Bobibos adalah bahan bakar nabati berbasis jerami, residu panen, dan biomassa lainnya yang dapat digunakan untuk kapal nelayan, kendaraan bermotor, traktor, hingga genset listrik.

Teknologi ini dinilai mampu menjawab dua persoalan besar desa: pemanfaatan limbah dan kebutuhan energi murah.

Namun hingga kini, produksi Bobibos masih dikuasai oleh segelintir pemilik teknologi. Desa hanya berperan sebagai pasar, bukan produsen. KDMP menyebut kondisi ini tidak adil, sebab seluruh bahan baku justru berasal dari desa.

KDMP Dorong Koperasi Desa Jadi Pabrik Energi

Selama ini koperasi desa identik dengan simpan-pinjam, toko sembako, atau layanan administrasi. Menurut KDMP, paradigma ini harus diubah. Koperasi desa harus naik kelas menjadi pabrik energi rakyat yang dikelola dan dimiliki oleh anggota.

Model yang ditawarkan KDMP adalah mini-pabrik Bobibos berkapasitas 300–1.000 liter per hari. Fasilitas ini memungkinkan desa:

  • Membeli jerami dari petani dengan harga layak
  • Mengolah bahan bakar untuk keperluan nelayan dan pertanian
  • Menambah pendapatan anggota dan SHU koperasi
  • Menguatkan ekonomi lokal melalui sirkulasi nilai di dalam desa

Konsep ini sudah terbukti di sejumlah negara yang mengembangkan energi biomassa secara terdesentralisasi.

Dari Limbah Menjadi Aset Ekonomi Desa

Setiap musim panen, jerami masih sering dibakar sehingga mencemari udara dan menghilangkan potensi ekonomi.

Melalui Bobibos, jerami berubah menjadi komoditas bernilai tinggi. Petani mendapat pendapatan tambahan, desa lebih bersih, dan ketergantungan terhadap BBM berkurang.

KDMP menyatakan bahwa energi terbarukan bukan sekadar soal teknologi, melainkan soal kemandirian desa dalam mengontrol sumber daya dan masa depan ekonominya.

Gerakan Nasional: Satu Desa Satu Pabrik Energi

KDMP menegaskan bahwa aksi ini dapat dimulai kapan saja. Jika satu desa membangun mini-pabrik Bobibos, desa tersebut langsung memiliki sumber energi mandiri.

Jika 100 desa memulai, akan lahir jaringan energi lokal. Jika 1.000 desa bergabung, KDMP menyebutnya sebagai “revolusi energi dari bawah.”

Desa tidak lagi ingin menjadi konsumen pasif. Menurut gerakan ini, pemilik teknologi Bobibos harus membuka akses lisensi dan pelatihan kepada koperasi desa.

Pilot Project: Langkah Awal yang Mudah Diimplementasikan

Gerakan ini diusulkan dimulai dengan beberapa langkah praktis:

  1. Menetapkan 1–2 desa sebagai percontohan
  2. Mini-pabrik berkapasitas 300–500 liter per hari
  3. Lisensi resmi dan pelatihan penuh dari pemilik teknologi
  4. Distribusi produksi untuk kapal nelayan, traktor, dan genset
  5. Perputaran pendapatan tetap di tingkat desa

Format percontohan ini diyakini dapat berkembang secara cepat ke ratusan hingga ribuan desa.

KDMP Siap Menjadi Motor Gerakan

Dengan jaringan yang luas, struktur kuat, dan misi pemberdayaan desa, KDMP melihat dirinya sebagai penggerak utama revolusi energi ini. Jika gerakan ini berhasil, desa dapat:

  • Menguasai produksi energi sendiri
  • Mengurangi biaya operasional sektor pertanian dan perikanan
  • Meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan
  • Menjadi pemain kunci dalam peta energi nasional

“Desa tidak akan menunggu lagi. Desa akan memproduksi. Desa akan menguasai. Desa akan mengubah limbah menjadi energi,” demikian pesan KDMP.

Energi Lokal, Energi Masa Depan

KDMP menegaskan bahwa energi terbarukan bukan monopoli industri kota atau korporasi besar. Desa punya kekuatan untuk memproduksi energi sendiri sepanjang memiliki akses teknologi dan kelembagaan yang kuat.

Gerakan ini diyakini mampu membuka jalan bagi kemandirian desa sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Catatan:

Artikel asli gerakan ini telah dipublikasikan di JurnalKopdes.id dengan judul “Bangkitnya Energi Desa: KDMP Merebut Bobibos dan Menguasai Energi Sendiri” karya Suryokoco Suryoputro.

By KDMP Kubu Raya

Media Informasi dan Publikasi Koperasi Desa Merah Putih Kubu Raya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *